Malaikat Pun Bisa Diatur dengan Uang

Dahulu kala, Nabi Ibrahim (Abraham) pernah diberitahu oleh Malaikat Maut bahwa sahabatnya (seorang pemuda) akan meninggal keesokan harinya. Yah, itulah takdirnya. Ternyata keesokan harinya si pemuda itu masih hidup dan terus hidup sampai di usia 70 tahun. Ada apa gerangan?

Setelah menyimpan keheranan sekian lama, akhirnya Nabi Ibrahim menanyakan penyebabnya kepada Malaikat Maut. Maka dijawablah oleh Malaikat Maut, “Memang aku hendak mencabut nyawanya. Namun, malam itu ia menyedekahkan setengah hartanya. Lalu Allah pun mengubah takdirnya. Allah memanjangkan umurnya.

Kejadian kurang lebih serupa juga pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad. Dikisahkan, seseorang tukang kayu akan dipatuk ular dan ditakdirkan meninggal karena patukan itu. Ternyata, pada hari itu ia tidak jadi dipatuk ular dan tidak jadi meninggal. Usut punya usut, diperjalanan ia menyedahkan makanan miliknya satu-satunya.

Dengan izin Allah, rupa-rupanya sedekah dapat mengubah takdir. Sedekah dapat memanjangkan umur. Sedekah dapat menghentikan Malaikat Maut. Dengan kata lain, ternyata Malaikat Maut pun bisa “diatur” dengan uang. Hehehe….Caranya, tentu saja dengan bersedekah, bukan dengan menyogok.

Apabila ditinjau dari sisi ilmiah, sebenarnya kejadian ini sangatlah mungkin. Seorang pakar bernama Dr. Stephen Post menyimpulkan dengan lugas dan tegas dibukunya, “Sifat dermawan itu menyehatkan dan memanjangkan umur. Bahkan, dua kali lebih menyehatkan daripada Aspirin.” Belum lagi dari segi hormon endorfin. Dan bukti-bukti ilmiah lainya dapat dibaca di buku “7 Keajaiban Rezeki” karya Ippho Santosa.

Konon, setiap pagi ada dua malaikat yang berseru. Yang satu berseru, “Ya Tuhan, karuniakanlah balasan kepada orang yang bersedekah.” Yang satu lagi berseru, “Musnahkanlah orang yang enggan bersedekah.” Itu artinya, para malaikat berpegang teguuh pada prinsip, “Maju tak gentar, membela yang bayar.” Maksudnya, membela yang bersedekah. Hehehe…..

Diambil dari buku “Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari dengan Otak Kanan” karya Ippho Santosa.

About Yuliana Prastika Pertiwi

My name is Yuliana Prastika Pertiwi. You can call me Yuliana/Nana/Cantik. I was born and grew up in small village in Kediri, East Java. My village is called Susuhbango. It is beautiful village. I am a beutiful girl. I am single but not available. I am perfectionist person but I am high motivation, responsible, kind, friendly, honest, and romantic. 1992-1994, I enter kindergarten. Kindergarten's name is TK Dharma Wanita Susuhbango. 1994-2000, I have elementary school. I study in MI Al-Islam Susuhbango. 2000-2003, I have unior high school in MTs N Kanigoro. 2003-2006, I study in kediri city. I can enter SMA N 2 Kediri. It is The best school in Kediri's region. In 2006, I move to Bandung for continue my study in Chemical Engineering, ITB. My hobby is cooking. Cooking make me be more creative. My favorite music is love song. I don't have favorite film. Beside that, I'm very interesting about marketing and business. Hopefully, My dream come true.

Posted on June 5, 2011, in Daily Life, Study and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.