Hutang Baik dan Hutang Buruk

Semua orang pasti mengenal istilah yang satu ini “Hutang”. Hutang kalo istilah jawa disebut “utang”. Istilah tersebut memiliki arti meminjam. Menurut kamus bahasa Indonesia istilah Hutang memiliki arti “uang yang dipinjamkan dari orang lain”. Lawan Hutang yaitu Piutang yang mempunya arti uang yang dipinjamkan(dapat ditagih dari orang lain). Hutang tidak hanya berupa uang atau harta tetapi hutang bisa juga berupa jasa, pertolongan, dan kebaikan.

Berbicara mengenai hutang, saya akan membahas mengenai hutang harta/uang. Ada dua jenis hutang yaitu hutang baik dan hutang buruk. Apa itu hutang baik dan apa itu hutang buruk??

Hutang baik adalah hutang yang digunakan untuk investasi jangka panjang. Kedepannya hutang ini akan memberikan manfaat secara finansial. Ada tiga jenis hutang yang tergolong jenis hutang baik yaitu:

  • KPR (Kredit Kepemilikan Rumah)
  • Edukasi
  • Membuka Usaha (Entrepreurship)

Penjelasannya masing-masing seperti berikut:

KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) yaitu hutang yang digunakan untuk membeli rumah. Hutang ini bersifat baik karena nilai rumah cenderung naik dari tahun ke tahun. Misalnya meminjam uang 200 juta untuk membeli rumah, setelah beberapa tahun maka harga rumah tersebut apabila dijual menjadi 1 M atau malah lebih besar. Apalagi kalau rumah yang dibeli itu berada di daerah strategis yang amat berkembang. Rumah tersebut memiliki nilai yang akan meningkatkan asset secara signifikan, maka berhutang untuk membeli rumah tergolong sebagai hutang baik

Saat ini, biaya pendidikan sangat mahal. Apabila dibayar secara tunai terasa berat, hutang untuk edukasi dapat menjadi salah satu pilihan. Setelah tamat kuliah, orang akan mendapatkan pendapatan yang semakin lama semakin meningkat. Jadi, hutang untuk edukasi dalam jangka waktu panjang akan memberikan efek positif ke cashflow orang tersebut. Oleh karena itu, hutang ini tergolong sebagai hutang yang baik.

Hutang baik yang ketiga adalah hutang untuk membuka usaha(enterpreneurship). Hutang ini tergolong baik karena usaha tersebut bisa memberikan penghasilan tambahan. Namun perlu diperhatikan juga bahwa membuka usaha adalah tindakan yang beresiko. Cukup banyak usaha yang kurang laku hingga akhirnya bangkrut. Dalam hal ini, orang tersebut malah memikul beban hutang usaha. Oleh karena itu, produk investasi reksadana, emas, atau properti lebih disarankan daripada membuka usaha yang beresiko tinggi.

Definisi “Hutang Buruk” adalah hutang yang digunakan untuk barang yang nilainya semakin lama semakin kecil, atau yang lebih buruk lagi bila digunakan untuk barang konsumtif yang nilainya langsung habis. Beberapa contoh yang termasuk hutang buruk sebagai berikut:

  • KKB

KKB atau kredit yang digunakan untuk mengangsur kendaraan bermotor tergolong sebagai hutang buruk. Hal ini dikarenakan nilai dari kendaraan bermotor cenderung semakin kecil dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, orang harus cerdas dalam memilih kendaraan bermotor. Sebaiknya jumlah kendaraan bermotor tidak perlu banyak-banyak, terlebih lagi karena sekarang pemerintah menerapkan pajak progresif dimana semakin banyak kendaraan Anda maka persentase pajak yang dikenakan juga akan semakin besar. Dan untuk memilih mobil, sebaiknya jangan memilih merk yang terlalu mewah. Hal ini dikarenakan biaya yang harus dibayar akan menjadi sangat mahal karena biaya pajak, asuransi, dan pemeliharaan mobil tersebut ikut meningkat.

  • Berhutang untuk membiayai liburan

Berhutang untuk membiayai liburan juga termasuk hutang buruk. Uang yang dibelanjakan akan lenyap seluruhnya begitu liburan selesai. Setelah pulang liburan, tagihan kartu kredit langsung membengkak.

Liburan memang suatu kebutuhan karena adanya relaksasi pada waktu liburan maka pada saat kembali bekerja produktivitas akan meningkat. Berlibur memang boleh akan tetapi ada syaratnya yaitu mampu membayar liburan tersebut. Membayar liburan dengan berhutang berarti menunjukkan ketidak mampuan yang sebenarnya untuk berlibur. Dan apabila hal ini diteruskan maka akan membawa ke masalah hutang.

  • Penggunaan kartu kredit yang kurang benar

Penggunaan kartu kredit untuk pembelian kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan lain-lain juga akan berbahaya bagi finansial apabila tidak bisa melunasi seluruh tagihan pada bulan berikutnya. Kartu kredit memiliki bungan yang sangat tinggi, paling kecil 30% per tahun. Apabila tagihan tidak dilunasi, maka sisa hutang akan dikenakan biaya bunga yang sangat tinggi. Banyak orang yang akhirnya terjebak ke dalam masalah hutang karena kartu kredit.

Sumber: David Ciang

Advertisement

About Yuliana Prastika Pertiwi

My name is Yuliana Prastika Pertiwi. You can call me Yuliana/Nana/Cantik. I was born and grew up in small village in Kediri, East Java. My village is called Susuhbango. It is beautiful village. I am a beutiful girl. I am single but not available. I am perfectionist person but I am high motivation, responsible, kind, friendly, honest, and romantic. 1992-1994, I enter kindergarten. Kindergarten's name is TK Dharma Wanita Susuhbango. 1994-2000, I have elementary school. I study in MI Al-Islam Susuhbango. 2000-2003, I have unior high school in MTs N Kanigoro. 2003-2006, I study in kediri city. I can enter SMA N 2 Kediri. It is The best school in Kediri's region. In 2006, I move to Bandung for continue my study in Chemical Engineering, ITB. My hobby is cooking. Cooking make me be more creative. My favorite music is love song. I don't have favorite film. Beside that, I'm very interesting about marketing and business. Hopefully, My dream come true.

Posted on June 21, 2011, in Study and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Cieee…. Jangan pernah hutang deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.